Selasa, 03 April 2012

perkembangan Islam di Argentina


BAB I
PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Sebagai seorang muslim hendaknya kita mengetahui keadaan uamat islam di belahan dunia yang lain, karena muslim itu bersaudara dengan muslim yang lainnya.
Oleh karena itu kami mencoba mengungkap keadaan umat islam yang berada di Argentina, sebagai mana kita tahu, Argentina adalah  negara yang terkenal dengan sepak bolanya. Banyak sekali pemain-pemain yang terkenal yang berasal dari Argentina, mulai Diego Armando Maradona, Gabriel Omar Batistuta, Mario Kempes, Lionel Messi, Carlos Tevez, Maxi Rodriguez, dan Gabriel Heinze. Maradona  adalah salah satu pemain terbaik dunia abad ke-20, bersama Edson Arantes do Nascimento, asal Brazil. Tapi bagai mana dengan keadaaan umat Islam yang berada disana yang menjadi kaum minoritas.
Rumusan Masalah
1.      Bagaimana agama Islam di Argentina?
2.      Bagaimana Perkembangan Islam di Argentina?
3.      Bagaimana Pengaruh Akhlak Rosul di Argentina?
3. Tujuan
Adapun tujuan penulis menyusun makalah ini supaya pembaca lebih mengetahui tentang kehidupan umat Islam yang ada di belahan dunia lain seperti  di Argentina, karena umat Islam disana menjadi kaum minoritas.



BAB II
PEMBAHASAN
Islam agamaku, secara perlahan Islam makin diterima masyarakat Argentina. Jumlah penganut Muslim saat ini mencapai tiga juta orang. Nama Argentina selalu identik dengan sepak bola. Sejumlah nama pemain sepak bola dunia terlahir di negeri ini. Misalnya, Diego Armando Maradona, Gabriel Omar Batistuta, Mario Kempes, Lionel Messi, Carlos Tevez, Maxi Rodriguez, dan Gabriel Heinze. Maradona  adalah salah satu pemain terbaik dunia abad ke-20, bersama Edson Arantes do Nascimento, asal Brazil, yang akrab dipanggil Pele.
Nama Maradona sangat populer di negeri tersebut ketimbang nama presiden Argentina. Ia bahkan disamakan dengan 'Sang Juru Selamat' bagi Argentina, berkat 'gol tangan tuhan' yang ia ciptakan di semifinal Piala Dunia 1986 ke gawang Inggris. Dan, berkat gol itu pula, Argentina maju ke final Piala Dunia 1986, hingga akhirnya menjadi kampiun Piala Dunia 1986. Beberapa masyarakat Argentina menganggap Maradona sebagai 'tuhan'. Namun, di sisi lain, tak banyak orang yang tahu predikat unik yang juga disandang negara yang memiliki luas wilayah 2.780.400 meter persegi itu. Di tengah gempita penduduknya yang gemar sepak bola itu, ada komunitas Muslim yang hidup di tengah-tengah mayoritas umat Nasrani.
Ya, Argentina merupakan salah satu negara yang penduduk Muslimnya sangat banyak. Bahkan, terbesar dibanding negara-negara lain di kawasan Amerika Latin.
Lalu, seberapa banyak umat Islam di negara ini? Pertanyaan itu tentu tak layak untuk disandingkan dan dibandingkan dengan negara Timur Tengah atau Asia, yang merupakan negara pemeluk Islam terbesar di dunia. Sebab, Amerika Latin merupakan wilayah misionaris Nasrani sejak kawasan itu ditaklukkan Eropa pada awal abad ke-16. Dan, di tengah perang dingin ideologi antara Barat dan Islam saat ini, justru ajaran Islam bisa tumbuh subur dan berkembang pesat di sana.
Meski populasi Muslim di negara yang memiliki nama resmi Argentine Nation itu menempati peringkat keempat, nuansa dakwah dan religiositas pemeluk Islam di sana begitu tinggi. Ini bisa dibuktikan dengan berdirinya sejumlah masjid di Argentina.
Di Buenos Aires, ibu kota Argentina, telah berdiri sebuah masjid besar pada tahun 1989. Masjid itu kini menjadi pusat kegiatan ibadah dan dakwah umat Islam di sana. Di beberapa kota di Argentina, kini juga berdiri masjid-masjid kokoh dan megah. Jumlahnya sudah mencapai puluhan. Syiar Islam semakin marak di Argentina setelah sebuah pusat kajian Islam yang diberi nama The King Fahd Islamic Cultural Center, dibangun pada tahun 1996.
Bangunan pusat kajian Islam ini terletak di permukiman kelas menengah di wilayah Palermo, Buenos Aires. Proyek yang merupakan kerja sama pemerintah Argentina dan Arab Saudi ini dibangun di atas lahan seluas 34 ribu meter persegi. Pusat kajian ini dilengkapi dengan bangunan masjid, perpustakaan, dua buah sekolah, taman, dan lahan parkir. Di tempat ini, biasanya umat Islam berkumpul dan mengkaji seputar keilmuan dan budaya Islam. Terlebih pada bulan Ramadhan, senandung budaya dan nilai-nilai Islam begitu marak dikumandangkan.

B.     Tumbuh Pesat
Mengenai jumlah umat Islam di Argentina, memang sulit ditemukan angka yang pasti. Beberapa sumber data menyebutkan angka yang berbeda. Menurut catatan The CIA World's Fact Book, pada tahun 2004, dari total penduduk Argentina yang mencapai 39.144.753 jiwa, hanya dua persen yang memeluk Islam, yaitu sekitar 782.895 jiwa, selebihnya adalah pemeluk Katolik Roma, Protestan, dan Yahudi. Sedangkan Katolik Roma, merupakan agama mayoritas di negara yang terkenal dengan tarian tangonya itu.
Kendati demikian, menurut laporan salah satu harian di Argentina, Clerein, warga Argentina yang baru masuk Islam sekarang ini bertambah menjadi 900 ribu orang. Dan, jika kaum imigran Muslim yang ada di sana dijumlahkan secara keseluruhan, bisa mencapai lebih dari tiga juta orang. Sehingga, estimasi populasi Muslim di Argentina meningkat dari yang semula 700 ribu kini menjadi lebih dari tiga juta jiwa.
Peningkatan populasi Muslim di Argentina diakui Pusat Kajian Islam di Argentina, Centro de Estudios Islamicos, lembaga yang fokus pada dakwah dan kajian budaya Islam di Argentina.
Lembaga ini menyebutkan pada abad ini agama Islam berkembang pesat di Argentina, indikasinya adalah dengan semakin banyaknya pemeluk agama Islam.
Masyarakat Argentina banyak yang mulai tertarik dengan Islam. Tudingan yang gencar dilakukan Amerika Serikat dan negara-negara Barat lainnya pada umat Islam, sejak tragedi 11 September 2001, sebagai pelaku terorisme global, memang sempat membuat umat Islam di Argentina dicurigai. Namun, begitu setelah dilakukan dialog dua arah, ketegangan dan rasa curiga hilang dengan sendirinya dan berbagai tudingan negatif yang dilayangkan kepada umat Islam, tidak begitu digubris masyarakat Argentina. Sementara umat Islam di Argentina, telah menunjukkan jiwa kenegarawan dan nasionalisme yang tinggi. Hal inilah yang menjadikan gairah dakwah Islam semakin meningkat di sana.
Seperti umumnya umat Islam di dunia, kaum Muslim di Argentina juga melakukan keseharian berdasarkan profesi masing-masing. Mereka bekerja dari pagi hingga sore hari. Bagi kaum metropolis, mereka menjalankan ibadah dengan tidak meninggalkan kewajiban mereka sebagai kaum profesional. Sementara bagi mereka yang tinggal di pedesaan, mereka hidup rukun dan berdampingan. Saat senja tiba, mereka berkumpul kembali di rumah. Umumnya, karena letak masjid berjauhan dengan lokasi rumah, mereka melakukan Shalat Magrib bersama keluarga di rumah masing-masing

Ada pun peran kaum pendatang dari Timur Tengah, seperti Suriah dan Lebanon, menjadikan dakwah Islam di Argentina terlihat kian ramai. Para pendatang itulah yang justru banyak memperkenalkan Islam kepada penduduk Argentina. Mereka bermigrasi ke wilayah Argentina pada awal abad ke-20, dan membentuk permukiman di tengah-tengah penduduk asli. Mereka hidup rukun dan damai tanpa ada rasa curiga dan permusuhan.
Namun, jauh sebelum kedatangan kaum imigran Suriah dan Lebanon ini, komunitas Muslim sudah terbentuk di tanah Argentina. Kedatangan para imigran Muslim pertama ini bersamaan dengan kedatangan para penjelajah berkebangsaan Spanyol dan Portugis di wilayah Argentina. Jumlah imigran Muslim ini terus bertambah setelah Argentina
menjadi wilayah koloni Spanyol
Di antara imigran Arab yang terkenal adalah keluarga Menem, yang berasal dari Suriah dan pemeluk Islam. Mantan presiden Argentina, Carlos Menem, merupakan salah satu keturunan keluarga imigran Suriah ini. Meski leluhurnya adalah pemeluk Islam, ia sendiri merupakan seorang penganut Katolik Roma. Karena faktor agama inilah, Carlos Menem diizinkan untuk ikut mencalonkan diri sebagai presiden Argentina. Dalam aturan konstitusi yang berlaku, presiden Argentina haruslah seorang pemeluk Katolik Roma.
Namun, aturan ini dihapuskan dalam reformasi konstitusi tahun 1994.
Diperkirakan, saat ini terdapat sekitar 3,5 juta penduduk Argentina keturunan Arab. Para keturunan Arab Argentina ini tidak hanya memeluk agama Islam, tetapi juga pemeluk Kristen dan Yahudi. Bahkan, bisa dikatakan sebagian besar keturunan imigran Arab ini adalah orang Kristen serta Yahudi, dan mungkin hanya kurang dari seperempat keturunan
Imigran Arabbbyang benar-benar Muslim.


C.    Giat Mempelajari Akhlak Rosululloh
`Sebagai sebuah negara dengan jumlah populasi Muslim terbesar di kawasan Amerika Selatan, ajaran Islam mengalami perkembangan yang cukup pesat di Argentina. Karena itu, komunitas Muslim di negeri Tango ini merasa perlu mengenalkan sosok Nabi Muhammad SAW, sang pembawa risalah Islam, kepada masyarakat Argentina. Menurut hasil riset terbaru lembaga survei Amerika Serikat, Pew Research Center, menyebutkan bahwa Argentina memiliki 800 ribu Muslim. Namun, beberapa lembaga lainnya menyebutkan, jumlah pemeluk Islam di Argentina mencapai tiga juta orang
 Islamic Center Buenos Aires yang bekerja sama dengan Organisasi Dunia Islam, menggelar jenjang pendidikan untuk mengenalkan sosok Nabi Muhammad SAW kepada masyarakat Argentina. Sebagaimana laporan yang dirilis Saudi Press Agency (SPA) Februari 2009 lalu, jenjang pendidikan ini adalah salah satu cara untuk mengenal sosok Rasulullah SAW.
Penyelenggaraan jenjang pendidikan ini, seperti dikutip dari SPA, bertujuan mengkaji sisi-sisi keteladanan Rasulullah dalam perkara keislaman. Sehingga, diharapkan masyarakat non-Muslim di Argentina bisa mengenal secara lebih mendalam sosok manusia Agung,
Rosululloh saw.
Kedutaan Arab Saudi di Buenos Aires bertanggung jawab atas penyelenggaraan program ini. Pelaksanaan program jenjang pendidikan Islam tersebut dilakukan dalam tahun 2009 ini. Lebih dari 50 orang dari para mubaligh Muslimin, imam-imam masjid, dan para pengurus organisasi Islam di seluruh Argentina, akan mengikuti program jenjang pendidikan tersebut

Selain jumlah populasi yang lumayan besar, keberadaan Islam di Argentina juga bisa dilihat dari sejumlah nama tempat dan kota di negara ini, yang menggunakan istilah-istilah yang berakar dan berasal dari bahasa umat Islam, yakni bahasa Arab.
Dr Youssef Mroueh, dari Preparatory Commitee for International Festivals to celebrate the millennium of the Muslims arrival to the Amricas, dalam esainya yang berjudul Precolumbian Muslims in America menyebutkan, di kawasan Argentina terdapat nama kota-kota Cordoba dan bahagia.
 Cordoba merupakan nama sebuah kota di masa kekhalifahan Islam yang pernah berkuasa di wilayah Spanyol saat ini. Di Argentina, Cordoba merupakan nama ibu kota salah satu provinsi di Argentina yang berada sekitar 700 kilometer arah barat laut Buenos Aires. Sementara dalam sejarah peradaban Islam, Bahia merupakan salah satu istana peninggalan kejayaan Islam yang berada di Kota Marrakech, Maroko. Sedangkan di Argentina, terdapat sebuah kota bernama Bahia Blanca. Kota ini berada di sebelah barat daya ibu kota Argentina.

D.    Profil Negara Argentina

Sistem Pemerintahan               : Republik
Kepala Negara                                    : Presiden
Luas Wilayah                          : 2.780.400 meter persegi
Jumlah Penduduk                   : 39.144.753 Jiwa
Agama                                     : Katolik Roma, Protestan, Islam, dan Yahudi
Pemeluk Islam                         : Kurang lebih 3 Juta Jiwa

 
Peta negara Argentina

E.     Islam di Argentina, Menikmati Kebebasan Beribadah


            Dunia islam oleh Heri Ruslan di Argentina, berdiri sebuah masjid terbesar di Amerika Latin bernama The King Fahd Islamic Cultural Center.Akhir Januari 2011, sebuah kabar gembira terdengar dari Argentina. Umat Islam di negeri Diego Maradona  itu semringah. Betapa tidak. Negara di Amerika Latin itu menetapkan sebuah undang-undang (UU) yang memberikan kebebasan bagi kaum Muslim untuk beribadah.  Lahirnya UU itu membuat kaum Muslimah di Argentina bisa mengenakan jilbab dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan, seperti dilaporkan laman web Press TV,
Muslimah di negeri itu bisa mengenakan jilbab dalam foto yang dicantumkan dalam kartu tanda penduduk (KTP)."Ini pesan kita untuk semua, dan semua negara di dunia, ini yang dapat kami tampilkan terkait perbedaan yang kami miliki untuk kehidupan yang lebih baik. Pemandangan yang berbeda-terutama mengenai keyakinan-tidak pernah menekan keyakinan lainnya," ujar Sekretaris Presiden Argentina, Cristina Fernandez.Kebijakan itu dipandang dapat membantu kaum Muslim di Argentina agar cepat berbaur atau terintegarasi dengan masyarakat lainnya. Kebijakan itu tentu saja disambut hangat oleh ulama Argentina, Samir Salech. Ia menilai lahirnya UU itu memungkinkan perempuan Muslim di Argentina tak perlu melepas jilbabnya saat akan berfoto untuk KTP-nya...

 

F.     Argentina Perkenalkan UU Baru yang Ramah Terhadap Pemakai Jilbab

Argentina telah memperkenalkan undang-undang baru yang memberi lebih banyak kebebasan untuk penduduk Muslim mempraktekkan iman mereka tanpa rasa takut akan penganiayaan. Pemerintahan Presiden Argentina Cristina Fernandez mendorong undang-undang baru tersebut, yang memungkinkan perempuan Muslim untuk mengenakan jilbab di tempat umum
Menurut undang-undang baru itu, muslimah Argentina dapat menggunakan foto mengenakan jilbab untuk KTP nasional mereka. Dikatakan bahwa UU baru ini dapat membantu mempromosikan kebebasan beragama dan berekspresi di negara Amerika Latin dan akan membantu komunitas Muslim untuk lebih berintegrasi ke dalam masyarakat Argentina. Fernandez mengatakan, "Pesan kami kepada semua orang, dan semua negara di dunia, adalah bahwa kami bisa menyelesaikan perbedaan-perbedaan di antara kami untuk sesuatu yang lebih baik."
Dia menambahkan, "pandangan yang berbeda-beda - terutama tentang agama - tidak harus dipaksakan ke orang lain." Direktur Islamic Center Argentina, Samir Salech, menyambut baik berita tersebut, mengatakan bahwa UU itu memungkinkan muslimah Argentina memiliki KTP tanpa harus melepas jilbab mereka. Pemerintah mengatakan akan menegakkan hukum untuk yang terbaik sesuai kemampuan dan bekerjasama dengan pasukan polisi, peradilan, dan masyarakat bisnis.
Menurut laporan 2009 Pew Research Center, komunitas Muslim membuat sekitar dua persen dari populasi Argentina. Mayoritas muslim di negara itu penganut Syiah terutama berlokasi di Buenos Aires, Tucuman, Rosario, dan Mar del Plata. Meskipun jauh dari negara-negara Islam, Muslim Argentina mengikuti tradisi mereka dan bersatu dengan dunia Islam dalam ritual mereka.(fq/prtv)









BAB III
SIMPULAN
1. Kesimpulan
Kesimpulan dari makalah ini adalah bahwa sannya umat Islam yang berada di Argentina adalah kaum minoritas yang mendapat kebebasan dalam menjalankan ibadahnya sebagai seorang mulim pada umumnya. Dan  menjadi penyemangat kepada kita yang berada di Indonesia untuk tertap berda’wah demi tegaknya agama ini, yang di ririntis oleh Rosululloh dan para sahabatnya.













Daftar Pustaka
http://www.koran.republika.co.id


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar